Jumat, 23 Maret 2012

‘Melukis’ Dinding dengan Wallpaper

Memilih wallpaper bukan sekadar mengepankan unsur keindahan. Hal lain yang tak kalah penting adalah nuansa ruangan yang ingin Anda bangun.

Saat ini, memperindah dinding tidak hanya dengan menggunakan cat. Dinding tak lagi difungsikan dalam arti sempit, yakni hanya sebagai pembatas ruangan tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan diri sang pemilik rumah. Salah satu media yang digunakan untuk melapisi dinding adalah wallpaper .Saat ini sudah banyak motif wallpaper yang tersedia, ada yang bercorak, polos, dan juga bermotif menyala ,’glow in the dark’.Dalam segi harga, wallpaper tidak jauh berbeda dengan cat dinding, malahan akan lebih memberikan kesan modern dan elegan.

Ada dua macam jenis wallpaper, kertas dan vinyl. Wallpaper berbahan kertas dapat didaur ulang, tetapi kekurangannya adalah mudah robek, hanya dapat dibersihkan dengan lap kering, dan hanya tersedia dengan tekstur dove.Sedangkan yang berbahan vinyl,keuntungan yang didapat lebih banyak, antara lain : dapat dibersihkan dengan lap basah tanpa merusak ,lebih tahan lama, dan tersedia dengan tekstur yang mengkilap , tetapi bahan ini tidak dapat didaur ulang.

Perlu diperhatikan juga bahwa lapisan bagian bawah wallpaper ada yang berbahan dasar kertas dan kain. Untuk wallpaper yang berbahan dasar kain, tidak akan rusak (sobek) ketika dicopot dan dipasang kembali, berbeda dengan yang berbahan dasar kertas , bahan ini akan sobek jika dicopot.

Pada umumnya, toko wallpaper akan menyediakan jasa pemasangan yang akan menservice anda hingga pemasangan selesai. Jangan lupa untuk memberika info kepada penjual wallpaper terkait dengan luasan dinding pada ruangan yang akan anda pasang. Hal ini sangat penting untuk mengetahui berapa banyak roll wallpaper yang harus anda beli. Selain memilih wallpaper dengan mempertimbangkan faktor keserasian konsep ruang, jangan lupa untuk memperhatikan konsep kesehatan. Ada dua macam jenis pelarut penghasil warna dan corak dari wallpaper tersebut, antara lain water based dan solvent based.

Untuk yang berbahan dasar air akan tidak berbau dbandingkan yang berbahan dasar tiner (solvent based) yang akan berdampak kurang baik bagi kesehatan. Saat ini, juga tersedia jenis yang dapat menetralisir bakteri dan udara kotor. Jangan segan dan malu untuk menanyakan bahan dasar wallpaper anda saat berbelanja. Alasan lainnya mengapa orang lebih memilih wallpaper dibandingkan dengan menggunakan cat adalah waktu dan faktor kenyamanan. Jika menggunakan cat dinding, waktu yang diperlukan otomatis akan lebih lama dan akan menimbulkan bau cat dalam 2-3 hari.

Sedangkan wallpaper, karena pemasangannya menggunakan lem khusus, makan waktu yang diperlukan relative lebih cepat dan tidak menimbulkan bau menyengat seperti pemakaian cat. Pemasangan wallpaper yang sesuai akan semakin menyemarakkan interior rumah anda.

Untuk mendapatkan hasil memuaskan, tak ada salahnya Anda memanfaatkan jasa konsultan interior untuk membantu memilih wallpaper sesuai gaya desain rumah Anda. Pada umumnya, konsultan interior mempunyai konsep desain unik dan dapat membantu Anda memadukan beragam motif wallpaper. Dengan cara ini, nuansa-nuansa ruangan dalam satu rumah terlihat lebih harmonis, walaupun Anda menggunakan beberapa wallpaper dalam warna maupun motif berbeda. Selamat mencoba! (Anita Tenesia)
www.surabayapost.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.